Buku Foto Tentang Kucing Tak Bertuan




Ledakan populasi kucing domestik (Felis catus) yang hidup liar di jalanan menjadi salah satu persoalan yang mulai mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jakarta.

Data Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mencatat, pada akhir 2017 jumlah kucing tak bertuan di Jakarta diperkirakan mencapai lebih dari 700 ribu ekor. Angka itu menggambarkan bagaimana ruang-ruang kota tak lagi hanya dihuni manusia, tetapi juga ribuan kucing yang hidup dan berkembang biak di sela padatnya ibu kota.


Sebuah Cerita dari Muara

Foto dan Teks oleh Iqbal Firdaus - Editor: Nurul Hidayati

Deburan angin laut bertiup kencang di pesisir paling ujung Kabupaten Bekasi, sekitar 70 km dari Jakarta. Di sana terdapat permukiman padat penduduk di sepanjang Kali Citarum atau lebih dikenal sebagai Muara Gembong.

Keindahan Seni, Apakah Itu?


“What is art? What makes it good or bad, and who decides?”
— Katherine Watson, Mona Lisa Smile (2003)

“Gue juga bisa bikin kayak begitu.”

Kalimat itu hampir selalu muncul ketika seseorang melihat lukisan monochrome dipajang di galeri seni dengan harga yang terdengar tidak masuk akal. Sebuah kanvas dicat biru penuh, tanpa objek, tanpa detail, tanpa kemampuan teknis yang terlihat rumit—setidaknya begitu anggapan kebanyakan orang.

Pertanyaan itu sebenarnya wajar. Saya sendiri pernah mempertanyakan hal serupa. Bagaimana orang bisa berdiri cukup lama di depan karya monochrome milik Yves Klein, sementara di ruangan lain ada The Music Lesson karya Johannes Vermeer yang begitu detail, presisi, dan “jelas” keindahannya?


Belajar Rumitnya Seni, Layaknya Rasa


Visualisasi ulang dari sampah visual pemilu - 2019 - Iqbal Firdaus


Seni sering kali dipandang sebagai sesuatu yang tidak serius—bahkan tidak menjanjikan kehidupan yang mapan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Karena itu, bukan hal yang asing ketika pendidikan di bidang seni ditolak mentah-mentah oleh orang tua, dengan pertanyaan yang hampir selalu sama: “Nanti mau makan apa kalau kerjanya cuma gambar?”

Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi memperlihatkan bagaimana seni masih dipahami secara sempit. Seni kerap dianggap sebatas hiasan, hobi, atau media hiburan semata. Fungsinya dipercaya berhenti pada mempercantik benda atau mengisi waktu luang. Padahal, sejak dahulu seni tidak pernah bekerja sesederhana itu.