Meledaknya populasi perkembangbiakan kucing domestik (felis catus) atau lebih dikenal dengan kucing-kucing liar di jalanan menjadi masalah awal pemerintah provinsi kota Jakarta.
Pada akhir 2017 menurut Pusat Pelayanan Hewan & Perternakan Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) jumlah kucing-kucing tak bertuan itu berjumlah lebih dari 700.000. Sangat sempit bila mereka hanya tinggal di Jakarta saja.
Apa ya.. project ini sebenarnya merupakan sambungan dari sebuah penugasan yang sudah selesai. Kata 'selesai' tersebut menjadi sebuah kebimbangan bagi saya yang motret. Bagaimana bisa menyebut atau menentukan 'selesai' pada sebuah karya fotografi padahal tidak betul merasakan kedekatan dan kehangatan dari proyek tersebut. Maka dari itu saya memutuskan memotret kembali dan mengabungkan beberapa foto yang lampau/yang pernah saya kerjakan dan tentu saja masih selaras dengan tema awal dari proyek ini. Sekitar 3 bulan saya menyelipkan waktu luang untuk mengerjakan proyek ini yang di mana penugasan pekerjaan saya yang padat dan tidak kenal waktu.
Tiba saatnya proyek ini unjuk taring. Saya berani klaim bahwa proyek buku fotografi ini merupakan sebuah proyek fotografi dokumenter kontemporer. Terdengar berat bukan? menurut saya ketika kalian melihat pada foto utama dari lembar pertama saya rasa kalian sudah tau mengapa saya berani mengklaim tersebut.
Buku foto ini merupakan juga hasil dari kolaborasi saya dengan beberapa kawan saya yang berkecimpung didunia kreatif seperti Tsukiko Raw seorang seniman visual dari Buitenzorg dan juga Ferron Wesley Tan, seorang konco kenthel yang juga mahasiswa seni disalah satu universitas di negeri kincir angin.
Tentu saja tidak lupa peran Ari dan Caron Toshiko dari Guearigaleri yang sudi memilih proyek buku foto ini untuk terbang ke Yangon, Myanmar.
Salam,
Iqbal Firdaus.
Buku foto ini merupakan juga hasil dari kolaborasi saya dengan beberapa kawan saya yang berkecimpung didunia kreatif seperti Tsukiko Raw seorang seniman visual dari Buitenzorg dan juga Ferron Wesley Tan, seorang konco kenthel yang juga mahasiswa seni disalah satu universitas di negeri kincir angin.
Tentu saja tidak lupa peran Ari dan Caron Toshiko dari Guearigaleri yang sudi memilih proyek buku foto ini untuk terbang ke Yangon, Myanmar.
Salam,
Iqbal Firdaus.
