Minggu, 29 Maret 2020

Sebuah Cerita dari Muara

Foto dan Teks oleh Iqbal Firdaus - Editor: Nurul Hidayati

Deburan angin laut bertiup kencang di pesisir paling ujung Kabupaten Bekasi, sekitar 70 km dari Jakarta. Di sana terdapat permukiman padat penduduk di sepanjang Kali Citarum atau lebih dikenal sebagai Muara Gembong.


Muara Gembong merupakan kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Daerah ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Teluk Jakarta di barat, Kabupaten Karawang di timur, dan Kecamatan Babelan di selatan.

Di muara Kali Citarum ini awalnya terdapat hamparan hutan mangrove yang hijau. Namun lambat laun, migrasi penduduk yang tinggi mengubahnya menjadi tambak ikan dan udang sehingga hutan mangrove tergerus. Kondisi ini membuat daerah pesisir tersebut tak lagi kuat mengatasi air laut dan abrasi.

Banyak rumah, tempat ibadah hingga sekolah nyaris rusak lantaran setiap hari terendam air laut, sehingga tidak lagi layak ditempati. Banyak rumah yang dibiarkan begitu saja dan perlahan-lahan hancur dengan sendirinya.

Sebagian besar warga di Muara Gembong bekerja sebagai nelayan, namun pendapatannya tidak menentu. Walaupun pemukimannya terancam tenggelam dan telah belasan tahun hidup di tengah ancaman abrasi, warga di Muara Gembong tetap bertahan di sana karena tak punya tujuan tempat berpindah.